Musin panen telah usai, tetapi wajah Mbah lamkarta tidak tampak ceria. Pasalnya, padi hasil panen dari sepetak sawahnya hanya beberapa kuintal saja. Menyusutnya hasil panen tahun ini akibat serangan hama , disusul bencana banjir yang melanda desanya. Padahal sebagian hasil panen itu akan disimpan untuk cadangan pangan keluargaSebagian lagi akan dijual untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Tetapi, hukum ekonomi tetap berlaku. Sehabis musim panen ini suplai padi (gabah) di pasaran meningkat tajam, sedang permintaan tidak bertambah.
Akibatnya harga pun anjlok. Celakanya lagi, hampir tiap hari Mbah lamkarta menerima kiriman sorogan dari warga desa yang hendak menyelenggarakan perhelatan. Memang, usai musim panen selalu disusul tradisi perhelatan keluarga seperti khitanan, perkawinan dan sebagainya. Tradisi sorogan atau pengiriman bingkisan makanan yang sudah membudaya itu mesti dibalas dengan sumbangan uang. Kalau tidak, namanya akan tercemar atau keluarganya akan terisolasi dari pergaulan sesama warga desa.
Tradisi sorogan di Kebumen sebelah lor dikenal sejak zaman baheula. Intinya, warga yang mampu sebelum perhelatan sengaja mengirim "upeti" makanan yang serba enak kepada pejabat atau orang terpandang di desanya.
Tujuannya sekadar ngabekti (penghormatan) dari kawulo alit (warga desa) kepada pangreh praja (pejabat) yang menjalankan roda pemerintahan desa. Tetapi tradisi sorogan yang berlaku sekarang nampaknya sudah jauh menyimpang - menjadi semacam undangan paksa. Pengiriman surat uleman (undangan) yang dulu berlaku kini lenyap, diganti nasi bungkus (nasi plus sayur-mayur sekadarnya) kepada warga desa lain yang (dianggap) dikenalnya. Ini pun tidak dipilah-pilah mana warga yang mampu menyumbang dan mana yang tidak mampu.
Selain itu, tujuan pengiriman sorogan itu juga sudah berubah, yakni pengundang mengharapkan imbalan (sumbangan) uang dari tamu yang hadir pada acara perhelatan tersebut. Celakanya, pengiriman sorogan itu selalu dilakukan mendadak, satu hari menjelang perhelatan. Hal ini jelas menyusahkan warga desa yang tak mampu. Tradisi buruk ini makin berkembang di desa saya , tanpa ada yang berupaya mencegah atau menghapus. Ini terutama terjadi di Kecamatan karangsambung, pejagoan dan sekitarnya.Tradisi kekeluargaan di desa memang masih kental, sehingga setiap warga yang diundang menghadiri perhelatan (berarti telah dikirimi sorogan) menjadi ewuh pakewuh untuk tidak hadir. Dengan berbagai cara ia akan hadir dan menyumbang, kendati uang yang akan disumbangkan diambil dari uang belanja keluarga, atau terpaksa ngutang dulu pada tetangga.
Tak jarang seorang warga desa yang miskin sekalipun, mendapat kiriman 2 - 3 bungkus sorogan sehari. Padahal tidak semua warga yang mengirim sorogan itu telah dikenalnya dengan baik. Jika tiap bungkus sorogan harus dibalas dengan sumbangan uang kontan Rp. 5.000, berarti dalam sehari warga yang menerima tiga bungkus sorogan harus menguras kantungnya Rp 15.000. Padahal sebagai buruh tani atau tukang becak misalnya, penghasilannya sehari terkadang hanya Rp 10.000, atau lebih kecil lagi. Data tertulis itu dianggap penting bagi yang punya gawe. Misalnya, suatu saat nanti ia diundang menghadiri perhelatan oleh Si Weru yang dulu menyumbang Rp. 4.000, ia pun akan menyerahkan sumbangan dalam jumlah yang sama. Demikian pula terhadap warga yang dulu menerima sorogan dan mereka tidak datang menyumbang ketika ia menyelenggarakan perhelatan, mereka pun akan "dibalas" dengan sikap yang sama. Tragis!
Fakta di atas merupakan bukti tradisi sorogan di sekitar Kebumen sebelah lor belakangan banyak menyimpang dari tujuan semula. Dampaknya negatif, karena menyusahkan kawulo alit (wong cilik) yang penghasilannya kecil dan tidak menentu.
Sepintas kenyataan itu terasa absurd, sulit dimengerti akal sehat, karena berkembang di lingkungan rakyat desa atau masyarakat lapisan bawah yang dulu terkenal dengan tradisi gotong-royong, ramah-tamah, guyub-rukun, tenggang rasa, silih asih, asah dan asuh. komentar Anda
Komentar Anda
Posting Terbaru
Label
Download
- Bagi bagi koleksi laptop
- Yahoo! Messenger 9.0.0.2034
- WinZip 12.0.8252
- WinRAR 3.80
- Windows Media Player 11
- Winamp 5.541 Full
- VLC Media Player 0.9.6
- RealPlayer 11.0.0.477
- Real Alternative 1.90
- QuickTime Player 7.55.90.70
- QuickTime Alternative 2.7.0
- Opera 9.63
- OpenOffice.org 3.0.1 RC1
- MediaMonkey 3.1.0.1207
- Maxthon 2.1.5.1250
- K-Lite Codec Pack 4.45 (Full)
- Jet Drive 2009
- iTunes 8.0.2.20
- Internet Explorer 8.0 Beta 2
- GPU-Z 0.3.1
- Google Chrome 1.0.154.43
- Free Download Manager 3.0.844
- Flash Player 10.0.12.36 (IE)
- Firefox 3.1 Beta 2
- FileZilla 3.2.0
- DivX Play 7.0.0.186
- AVG Free Edition 8.0.176
- Avast! Home Edition 4.8.1296
- CCleaner 2.15.815
- AntiVir Personal 8.2.00.337
- Adobe Reader 9.0
- Ad-Aware 2008 7.1.0.11
- 7-Zip 4.64

From : www.idonbiu.com
Tradisi Sorogan di kebumen Lor
Posted by Budhi 8 comments
Labels: Kebumen
Kesenian Tradisional Ebeg
Ebeg adalah salah satu kesenian tradisional yang gaungnya sudah tidak lagi nyaring terdengar. Namun di beberapa tempat di Desa Pandan Sari, Kecamatan Sruweng , Kebumen, Jawa Tengah, Masih ada grup kesenian ebeg yang bertahan dan tetap setia menghibur penggemarnya.
Ebeg sangat kental dengan alam gaib. Sebuah bagian yang penting yang membuat kesenian ini bisa bertahan.
Bagi sebagian masyarakat di Jawa Tengah, kesenian ebeg ini sangat terkenal dan setiap pementasannya selalu menarik banyak penonton. Biasanya mereka tampil dalam sebuah hajatan. Sekali pentas mereka mendapat bayaran antara 1.5 hingga dua juta rupiah. Tidak terlalu mahal, untuk menyemarakan hajatan di kampung – kampung.
Dan ini salah satu grup ebeg di Desa Pandan Sari, Kecamatan Sruweng , Kebumen, yang masih bertahan. Kesenian ini kabarnya sudah ada sejak jaman Pangeran Diponegoro, sekitar abad ke 18. Para pemainnya begitu bangga disebut pasukan penunggang kuda, kendati kuda yang mereka tunggangi hanya terbuat dari anyaman bambu.
Satu grup ebeg biasanya terdiri dari dua puluh orang. Selain ketua rombongan, ada pemain, penabuh gamelan dan penimbul. Yang menarik adalah penimbul. Dialah yang bertugas memanggil dan memulangkan arwah atau indang. Penimbul juga harus pandai mengendalikannya, para pemain yang sudah kerasukan hebat.
Selain itu, dia juga harus bisa melindungi seluruh anggota tim dan penonton, bila ada seseorang yang jahil sengaja mengacaukan pertunjukan atau sekedar menjajal ilmu-nya. Bila terjadi, biasanya sang penari tidak mampu bergerak. Oleh karena itu, penimbul ini benar - benar harus orang yang memiliki ilmu yang tinggi.
Ebeg adalah pestanya para arwah atau indang, sehingga indang selalu meminta suguhan layaknya manusia. Asap kemenyan yang diumpamakan sebagai nasi dan bunga sebagai sayuran. Berbeda dengan mantra jaelangkung yang datang tak diundang pulang tak diantar. Maka indang, pulang harus diantar.
Ada puluhan gending yang biasanya mengiringi pertunjukan ebeg. Empat diantaranya sangat berpengaruh mengundang indang. Mereka adalah cempo, eling eling, kembang jeruk dan ricik – ricik.
Para penikmat ebeg biasanya sudah memahami benar, apabila salah satu dari keempat gending itu dimainkan, maka sudah pasti para indang akan segera datang dan merasuki para penari. Sulit mempercayainya. Tetapi itulah ebeg, kesenian kita yang khas dan mengakar, dimana estetika dan alam gaib tidak bisa dipisahkan.
Penimbul dan ketua grup memasang pagar gaib di setiap sudut halaman dengan menebar bunga. Baik penimbul dan ketua indang harus membuat semacam perjanjian dengan indang. Kapan pertunjukan dimulai dan kapan harus berakhir.
Para penari mempercepat tarianya mengikuti irama gending. Pengaruh magis semakin terasa. Seolah – olah indang berada di atas – melayang - layang. Bau kemenyan menebar kemana – mana dan terasa sangat menusuk hidung. Mereka yakin indang makin mendekat. Dan sebagian penonton muali bertingkah aneh.
Pada saat seperti ini, orang kehilangan kesadaraanya. Namun mereka tetap harus segera disadarkan agar tetap bisa menari, kendati masih dalam pengaruh indang. Namun gerakan sebenarnya sudah mulai berubah. Patah – patah dan monoton.
Menurut sang ketua, indang sebenarnya sudah masuk ke dalam tubuh dan berada di ruas - ruas tulang manusia. Semakin banyak indang atau arwah yang datang diundang, pesta akan semakin meriah, sehingga biasanya penari bisa kesurupan lebih dari tiga kali. Sering terjadi, penari yang sudah pulih, kembali hilang kesadarannya.
Kalau sudah begini suasana memang kacau dan tidak terkendali. Tugas penimbulah yang menjadi berat. Apabila jumlah indang yang datang lebih banyak dari penari, maka penonton yang menjadi sasaran. Indang menggunakan mereka sebagai perantara. masyarakat di sini menyebutnya mendem bahasa gaulnya kepranjingan . Ada juga orang yang sengaja ingin mendem. Ketua rombongan atau penimbul, akan memberikannya.
Seperti orang ini. Ia memang meminta indang merasukinya, sehingga spontan menjadi pandai menari.
Penonton yang sedang mendem atau kesurupan bisa juga menularkanya kepada temanya. Caranya dengan menyemburkan air kembang atau memandang lalu menjejakan kakinya ketanah tiga kali. Pertunjukan usai. Penimbul harus menepati janji untuk memulangkan kembali arwah ke tempat dimana mereka bermukim.
Kalau sudah begini, biasanya penimbul yang akan mengambil peran. Ia mengucapkan kata – kata yang ditakuti oleh indang. Indang seharusnya dipulangkan dengan membuat dupa dan kemenyan namun cara ini sangat merepotkan. Penimbul memilih cara lain, yakni memasukannya ke dalam kendang, lalu dipulangkan secara bersamaan di halaman rumah yang punya hajat.
Ebeg ini tidak beda dengan kesenian kuda lumping. Kekuatan mistis memang menjadi daya tarik ebeg ini. Kebudayaan pop dan moderenisasi membuat kesenian ini menjadi tidak menarik lagi bagi sebagian orang yang tinggal di kota besar. Namun di pedesaan ebeg masih hidup.
Foto Foto ini diambil ketika di adakan hajatan tanggal 5 September 2008 di kediaman suhadi. di desa Kedungwaru Kecamatan Karangsambung Kebumen. ini koleksi gambar yang sempat di abadikan dengan menggunakn kamera HP dan Video di bawah ini Penulis Mencoba memainkan barongan. hanya kuat bertahan 7 menit Bro.. berat juga lama lama inilah Videonya ........
Lebih lanjut......
Posted by Budhi 19 comments
Labels: Kebumen
kedungwaru selalu diadakan hiburan
Udah Menjadi Tradisi di desa kedungwaru setiap tanggal 17 agustus atau kata orang kampung Agustusan, Desa kedungwaru selalu diadakan hiburan, beragam hiburan diadakan tergantung dana yang tersedia. Waktu saya masih di kampung, pasti saya kordinir teman teman ketika mendekati agustusan mula-mula bikin Proposal dengan alakadarnya, bukan pakai mesin tik apalagi komputer seperti sekarang ini hi.... hi.... , cukup Bolpoint dan kertas jadi deh. Mula mula untuk pancingan pertama, sengaja saya masukan angka sebesar limabelas ribu rupiah.. ha... ha... ha... angka yang sangat besar ketika itu, wong uang jajan sekolah aja masih 300 perak. Penyebaran sumbanganpun dimulai, dari rumah ke rumah akhirnya terkumpul juga uang sebesar 780.000 kl gak salah waktu itu. Lantas segera diadakan rapat seperti anggota DPR, intinya buat kegiatan apa uang yang didapat. Setelah melewati perdebatan yang cukup sengit, akhirnya di sepakati diadakan sepak bola ala Eropa.. eh... salah .. maksud saya ala kadarnya tanpa mengundang sponsor Perelli dari eropa. Terbentuklah format pertandingan Antar RT dimana setiap Team Bebas memasukan pemain yang melebihi 11 pemain. Dan untuk kostumnya untuk bapak-bapak wajib mangenakan sarung, jadi kalau mau nendang kaya ronaldo kan kesrimbed sarungnya. pada akhirnya setiap RT mendaftarkan pemanya melebihi kuota wk wkw wk wkw k.. jelas aja waktu RT
saya lawan RT sebelah jelas Nggak imbang banget, la wong dari RT saya Cuma 9 orang masa dari RT sebelah memasukan sampai 16 pemain, tapi di sini serunya. bukannya berlomba memasukan bola ke gawang , ehh..... malah pada ngributing sarung yang pada sobek, dan ada yang lucu lagi kalau gak salah waktu itu namanya Radiman, di sok belaga kaya Roaldo aja, mungkin gak inget kalau pakai sarung kali ya... , Critannya mau nendang Pinalti nih.. ,dengan ancang-ancang ala kuda lumping, bola di tendang sekeras mungkin, ...... tapi apa yang terjadi, bukannya mencetak gol, malah dia mencetak rekor terlucu di pertandingan itu, gemana gak lucu, ancang2nya aja udah bagai pemain Internasional , Cuma pas nendang mak kecacis......wkwkwkwkw jatuh ke kebelakang dengan kondisi sarung yang sungguh mengenaskan, yah mungkin sampai rumah di marahin sama istrinya kali ya...tapi dalam pertandingan tersebut Radiman menyabet pemain terbaik dengan hadiah pengantian sarung senilai 15.000. Pertandingan waktu itu di menangkan oleh RT sebelah dengan sekor ..... wah kelalen inyong... salam
Posted by Budhi 0 comments
Labels: Kebumen
Apakah sahabat sama sengan teman???

kalau di negara arab sepertinya sama,kalau di negara indo tergantung sama siapa kita bicara,sebagian orang mengatakan kalau sahabat anak orang yang dekat dengan kamu,yang mau menasehati kamu saat lalai,yang minta dinasehati disaat ia lalai,kalau teman??teman adalah orang yang dekat dengan kamu,itu saja.
emang penting adanya seorang sahabat??
ya,sangat penting dan memang saya anggap wajib hukumnya mencari sahabat.
kenapa??
dengan adanya orang yang mau menasehati kita disaat kita lalai,maka insya Allah kita termasuk orang orang yang beruntung.
lah lalu apa tugas orang tua kalau gitu??
kamu tau??siapa yang nasihatnya didengerin pertama kali??dia adalah orang yang dekat dengan kamu,ini yang terjadi dikebanyakan orang,kalau orang tua yang menasehati seakan akan dianggap seperti angin lewat,tapi kalau orang yang dekat sama kita yang nasehati,kita langsung ngga enakan kalau mau ngelakuinnya,benul ga??
trus tugas orang tua yaitu :
1. mengawasi gerak gerik anak setelah ia berpendidikan
2. mengingatkan anaknya sewaktu dia melakukan kesalahan.
3. sebelum anaknya mengenyang pendidikan didiklah ia menjadi anak yang baik
itu aja dulu,hehe soalnya saya juga belum punya anak,sebenernya tugas itu saya utamakan buat saya sendiri dulu.
nah terus caranya gimana mencari sahabat yang baik???
ini dia masalah yang paling sulit,,,,,ini hubungannya dengan pergaulan,kalau pergaulan kamu trus menerus dengan orang orang yang ngga baik,yang selalu mengajak kamu bukan kepada kebaikan sebelum kamu mempunyai pondasi yang kuat untuk mengajak mereka kepada kebaikan,so,,,,jangan salahkan siapa siapa sewaktu kamu menerima akibatnya.
trus apakah masih ada dizaman sekarang sahabat yang seperti itu??
masih banyak!!!!!!!!meskipun lebih banyakan teman yang rusak,tapi masih banyak juga sahabat yang baik.
umpanya saya udah bergaul dengan teman teman saya yang rusak,yaaaa bisa dibilang preman lah,minum² anlah,zina lah,de el el dari perbuatan perbuatan yang ngga baik,gimana caranya keluar dari mereka biar ga dimusuhi???
hehe,,,,gaul dengan orang yang jelek kalau kamu ngga ikut ikutan seperti mereka ga papa,lebih baik lagi kalau kamu bisa mengajak mereka berhenti dari berbuat yang tidak baik.
caranya???
1. kalau kamu baru ikut gabung dengan mereka
kalau kamu belum yakin bisa memperbaiki mereka mending keluar,jangan dulu berteman dengan mereka,kalau kamu uda yakin punya pondasi yang kuat,gauli mereka sampai akrab,ga usah dengerin omongan orang,memang sih pepatah mengatakan ” orang yang berjalan bersama orang yang membawa bangkai,maka semuanya bau bangkai ” kalau cuman bau doang ga usah dipermasalahin,bau yang ngga enak ga semuanya buruk.
nah trus sirami bau bangkai tadi dengan wanginya bunga kasturi,biar yang wangi bukan kamu aja,mereka juga ikut bau wangi.
2. kalau kamu udah lama gabung dengan mereka
ini juga ada kemungkinan,
a). seumpama kamu gaul dengan mereka malah tambah parah dari sebelumnya,maka sulit untuk keluar dari mereka,
trus apa masih bisa keluar??
segala sesuatu pasti ada jalan keluar,caranya kamu bilang sama mereka kalau kamu mau berubah,atau apa lah meskipun dengan cara membohongi mereka,itu demi kebaikan kamu,nah setelah kamu bisa bisa keluar dengan mereka,kan dulunya kamu akrab tuh ama mereka,gabungin lagi mereka ajak mereka kejalanmu yang sekarang,jangan malah kamu ikut jalan mereka lagi,payah kalo gitu mah.
b). selama kamu gaul dengan mereka kamu tetep aja seperti sebelum kamu gabung dengan mereka,nah ini juga ada kemungkinan :
*) sebelum gaul dengan mereka kamu dianggap anak baik
kalo seperti ini masih untung,apa lagi kamu sampai bisa memperbaiki temen temen kamu,wah bisa jadi orang baik banget lu!!!
**) sebelum kamu gaul dengan mereka kamu dianggap biasa aja,baik ngga,jelek juga ngga,
nah kalo yang ini kamu mesti cepet cepet perbaiki diri kamu dulu,kemudian berusaha memperbaiki yang lain
***) sebelum gaul dengan mereka kamu memang udah terkenal bejadnya,na’udzu billah deh kalo yang ini yah.
kalo yang ketiga ini saya cuman bisa bilang cepatlah tobat naaaak kiamat udah dekat,hehe,ini serius, ga becanda ini,kamu mesti cepet cepet tobat sebelum ajal datang!!!!!tau ngga orang mati itu kaya gimana??
wew,,ngeri!!!! saya dulu sering melihat orang sakarotul maut,macam macam gaya mereka mati,ada yang dengan tenang,ada yang ketakutan,ada yang senyum senyum,lalu kamu pilih yang mana???apa mau pilih yang meninggalnya ketakutan melihat malaikat,,,na’udzu billah.
pilihlah sahabat yang bisa membimbing kamu ke jalan yang di ridloinya,jangan salah pilih,”salah gaul,RUGI!!!!!!!“
Posted by Budhi 0 comments
Labels: Kebumen
Musik Adalah Jiwaku



Musik adalah hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari hari, kadang dalam sehari kita pasti mendengarkan Musik. entah itu musik klasik , rock, kroncong dan dangdut apa malah musik selingan iklan, begitu juga saya, rasannya tidak bisa hidup tanpa musik. Itu berawal ketika saya masih di kampung dulu dari teman2 suka pada main gitar dengan menyayikan lagu lagu dangdut, waktu itu terbesit dalam benak saya kenapa kita tidak satukan aja biar tambah seru..? akhirnya dari ngumpul-ngumpul di warungnya samingun. Sedikit demi sedikit mencoba menyatukan permainan musiknya. Saya Pegang Melodi , Joko main bas, Edi adik saya main ritem kendang di pegang Oleh Samingun, Suling di pegang sama Sawal dan kecrek siapa aja yang nontong deh... waktu itu belum pakai gitar Elektrik masih pakai gitar Bolong... waktu itu lagu garapan pertama adalah lagu terbayang-banyang Oleh Ona Sutra.. wkwkwkw Alhamdulilah dalam sekali latihan lagu tersebut dapat di mainkan dengan kompak, walaupun saya masih terkendala dengan Melodi di tengah akhirnya bisa juga mengatasinya He.. he.. he... malam berikutnya ngulik lagu yang lainnya , sampailah kami resmi menyatakan bikin group musik dangdut. waktu itu di namakan “Andeske” Norak banget ya.. singkatan dari Anak desa kedungwaru. Pucuk di cunta Ulam tiba. waktu itu ada Guru SD baru di desa kami, Namanya pak Budi, beliau mengajar kesenian didesa kami, Pak budi Punya peralatan musik kumplit berikut Sound Systemnya sekaligus di sebagai sesepuh di antara temen teman kami. Alhamdulilal ya alloh.. Akhirnya apa yang diimpikan terwujud juga. Dengan semangat 45 saya beserta pasukanya latihan pertama kalinya dengan Gitar elektrik, wak bener bener nikmat kakak....?! awalnya sih rada kaku juga, tapi setelah sekian lama terasa udah lemes nih tangan. Untuk menguji kemampuan sengaja mengelar konser (Wkwkwkwkwkw biar rada keren Napa.?) di balaidesa Kedungwaru pak lurah tak luput undangan sebagai tamu kehormatan. panggung sementara memakai bambu beratap trepal hijau punya rustarja yang banyak bolongannya. gak apa apa deh.. Malam pertunjukanpun dimulai banyak sekali penontong yang ingin menyaksikan pertujukan Perdana.. wkwkwkwwkw sungguh respon penonton tidak seperti yang saya bayangkan, begitu banyak penonton yang memadati area pertunjukan pedagang banyak sekali yang pada jualan dan yang tak kalah menariknya ada Koproknya Juga loh...? ( semacam permainan judi dadu ). Awal mulai dari pertunjukan itulah nama grup saya mulai menyebar ke tetangga kampung, kecamatan, bahkan sampai pernah mengiringi Artis Ibu kota seperti Itje Trisnawati, mansyur dll, Cuma yah... namanya pemain karbitan tidak bisa mengandalkan makan dari bermain musik, pertama yang mernyatakan keluar dari grup tersebut adalah saya, bayak rekan rekan saya yang menyayangkan kepergianku , Cuma karena ada penggilan kerja di Daerah Banten, rasanya sih berat sekali meninggalkan teman-teman, Cuma apa daya. Itu semua buat masa depan saya. Awal mula dari situlah lama kelamaan grup yang saya rintis dari Nol bubar sampai sekarang.. Hanya kenangan bersama teman-teman kampung yang masih sangat melekat di hati ini....percayalah sahabat... kita masih bisa bekumpul kembali dalam suasana yang lain.. salam sejahtera buat sahabatku.
Salam
Posted by Budhi 2 comments
Labels: Kebumen
Andeske Nama Groupku
Musik adalah hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari hari, kadang dalam sehari kita pasti mendengarkan Musik. entah itu musik klasik , rock, kroncong dan dangdut apa malah musik selingan iklan, begitu juga saya, rasannya tidak bisa hidup tanpa musik. Itu berawal ketika saya masih di kampung dulu dari teman2 suka pada main gitar
dengan menyayikan lagu lagu dangdut, waktu itu terbesit dalam benak saya kenapa kita tidak satukan aja biar tambah seru..? akhirnya dari ngumpul-ngumpul di warungnya samingun. Sedikit demi sedikit mencoba menyatukan permainan musiknya. Saya Pegang Melodi , Joko main bas, Edi adik saya main ritem kendang di pegang Oleh Samingun, Suling di pegang sama Sawal dan kecrek siapa aja yang nontong deh... waktu itu belum pakai gitar Elektrik masih pakai gitar Bolong... waktu itu lagu garapan pertama adalah lagu terbayang-banyang Oleh Ona Sutra.. wkwkwkw Alhamdulilah dalam sekali latihan lagu tersebut
dapat di mainkan dengan kompak, walaupun saya terkendala dengan Melodi di tengah akhirnya bisa juga He.. he.. he... malam berikutnya ngulik lagu yang lainnya , sampailah kami resmi menyatakan bikin group musik dangdut waktu itu di namakan “Andeske” Norak banget ya.. singkatan dari Anak desa kedungwaru. Pucuk di cunta Ulam tiba waktu itu ada Guru SD baru di desa kami, Namanya pak Budi, beliau ngajar kesenian didesa kami, Pak budi Punya peralatan musik kumplit berikut Sound Systemnya. Alhamdulilal ya alloh.. Akhirnya apa yang di impikan terwujud juga. Dengan semangat 45 saya beserta pasukanya latihan pertama
kalinya dengan Gitar elektrik, wak bener bener nikmat kakak....?! awalnya sih rada kaku juga, tapi setelah sekian lama terasa udah lemes nih tangan. Untuk menguji kemampuan sengaja mengelah konser (Wkwkwkwkwkw biar rada keren Napa.?) di balaidesa Kedungwaru , panggung sementara pakai bambu gak apa apa deh.. Malam pertunjukanpun di mulai banyak sekali penontong yang ingin menyaksikan pertujukan perdana.. wkwkwkwwkw sungguh respon penonton tidak seperti yang saya bayangkan, begitu banyak penonton yang memadati area pertunjukan jajanan banyak yang pada jualan dan yang tak kalah menariknya ada Koproknya Juga loh ( semacam permainan dadu ). Awal mulai dari pertunjukan itu , nama grup saya mulai menyebar ke tetangga kampung, kecamatan, bahkan pernah mengiringi Artis Ibu kota seperti Itje Trisnawati, mansyur dll, Cuma yah... namanya pemain karbitan tidak bisa mengandalkan makan dari bermain
musik, pertama yang mernyatakan keluar dari grup tersebut saya, karena ada penggilan kerja di Daerah Banten, rasanya sih berat sekali meninggalkan teman-teman, Cuma apa daya. Itu semua buat masa depan saya. Awal mula dari situlah lama kelamaan grup yang saya rintis dari Nol Bubar sampai sekarang.. Hanya kenangan bersama teman-teman kampung yang masih sangat melekat di jiwa ini..Salam
Posted by Budhi 0 comments
Labels: Kebumen
Blogger Kebumen resmi mulai

Tertanggal 08 April 2008, Blogger Kebumen resmi mulai pertama kali posting. Blog ini sengaja dibuat untuk menuangkan semua kreatifitas anak-anak kebumen yang suka blogging. Dengan title “bangga jadi anak Kebumen” diharapkan benar-benar menjunjung tinggi daerah Kebumen. Sejarah blog ini diciptakan sebenarnya sudah lama, hampir tiga bulan yang lalu. Akan tetapi baru sempat posting untuk yang pertama kali hari ini.
Diharapkan semua anak-anak blogger di wilayah Kebumen juga ikut berpartisipasi meramaikan blog ini. Ayo semua orang Kebumen menjadikan kota kita terkenal, tentunya dengan kenalnya Kebumen di dunia maya akan menambah pengetahuan orang-orang akan indahnya kota Kebumen - Beriman. Semua orang boleh mengisi artikel di sini. Silakan kirimkan artikel Anda ke alamat e-mail berikut: imamnursatibin@gmail.com Masukkan title “Posting: Judul Artikel yang Diinginkan” Kami akan membaca dan menyaring artikel yang dikirimkan. Tema bebas tapi sopan dan tidak berbau syara maupun pornografi. Boleh disertai gambar maupun animasi. Kami akan menampilkan nama pengirim posting, sehingga mohon kirimkan pula data pribadi Anda, berupa nama, tanggal lahir, dan tak lupa alamat blog.
Karena blog ini baru saja release sehingga masih banyak yang perlu dikembangkan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari semua pihak sangat diharapkan. Agar Komunitas Blogger Kebumen dapat perhatian lebih dari para netter silakan untuk memasang link banner Komunitas Blogger. Secara berkala kami akan menelaah blog-blog yang berniat memasang banner. Kami juga akan memberikan link exchange sesuai blog Anda. Tidak hanya terpaku pada blog orang Kebumen, tapi semua blog diseluruh Indonesia juga bisa memasang banner Komunitas Blogger Kebumen. Semuanya tak akan terlaksana dengan baik tentunya tanpa bantuan dari teman-teman blogger semuanya.
Semoga dengan adanya Komunitas Blogger Kebumen ini akan dapat menambah keakraban diantara para Blogger Senior maupun yang masih baru Pemula, khususnya para blogger di Kebumen. Sehingga
Posted by Budhi 7 comments
Labels: Kebumen
Kekayaan Alam di Karang sambung

Kawasan yang menjadi objek keunikan geologi dapat diamati pada daerah seluas 20 x 20 km2 atau pada batas koordinat 109o35’-109o41’BT dan 7o25’-7o36’LS. Desa Karangsambung yang berada dan menjadi titik pusat di dalam kawasan ini terletak 19 km di sebelah utara kota Kebumen.
Bagian utara kawasan geologi Karangsambung merupakan bagian dari Lajur Pegunungan Serayu Selatan. Pada umumnya daerah ini terdiri atas dataran rendah hingga perbukitan menggelombang dan perbukitan tak teratur yang mencapai ketinggian hingga 520 m. Musim hujan di daerah ini berlangsung dari Oktober hingga Maret, dan musim kemarau dari April hingga September. Masa transisi diantara kedua musim itu adalah pada Maret-April dan September-Oktober. Tumbuhan penutup atau hutan sudah agak berkurang, karena di beberapa tempat telah terjadi pembukaan hutan untuk berladang atau dijadikan hutan produksi (jati dan pinus).
tanam_padi1.jpg
Kegiatan pertanian di Karangsambung yang mengandalakan pengairan tadah hujan.
Penduduk
Sebagian besar penduduk di daerah Karangsambung beragama islam. Pada umumnya penduduk bekerja sebagai petani (mengolah sawah, berkebun, berladang, menyadap getah pinus). Mereka biasa menyelingi pekerjaan bertani dengan menambang kerikil dan pasir di sungai, atau membuat batu bata. Sebagian kecil bekerja sebagai pedagang, pegawai pemerintahan atau merantau ke luar daerah. Hasil pertanian selain padi adalah, tembakau, ubi kayu, petai, kelapa, jagung, pisang dan sedikit sayur-mayur. Sebagian penduduk memelihara ternak seperti ayam, kambing atau sapi. Makanan utama penduduk adalah nasi dan sebagian kecil lainnya mengkonsumsi oyek yang terbuat dari ubi kayu.
Jumlah penduduk khususnya di daerah Karangsambung menurut data statistik dari BPS Kabupaten Kebumen tahun 2002 adalah 39.543 jiwa.
Tingkat Pendidikan
Fasilitas pendidikan formal yang ada di daerah Karangsambung dan sekitarnya terbatas hanya sampai pada jenjang setingkat SLTP. Di daerah ini terdapat 7 sekolah setingkat SLTP yang setiap tahunnya meluluskan sekitar 600 siswa. Dari jumlah itu sebagian kecil saja yang melanjutkan ke jenjang SLTA di kota Kebumen. Bagi siswa yang tinggal di desa-desa di Kecamatan Sadang, mereka sedikitnya menempuh perjalanan sejauh 30 km ke Kebumen. Walaupun pendidikan adalah salah satu masalah di daerah Karangsambung, bagi mereka yang berkesempatan melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, tercatat beberapa oang putra daerah Karangsambung berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana S1.
Budaya
Masyarakat Karangsambung menggunakan bahasa jawa dengan dialek yang khas (Banyumasan), namun pada umumnya mereka mengerti bahasa Indonesia.
Ciri budaya masyarakat Karangsambung menyerupai ciri budaya Jawa Tengah pada umumnya. Pada acara-acara perayaan perkawinan, khitanan atau perayaaan lainnya, masyarakat biasa merayakannya dengan acara pengajian. Pada acara seperti ini ada pula yang memeriahkannya dengan mengadakan pertunjukan wayang kulit atau kudalumping – yang di daerah ini disebut Ebek. Sedangkan bentuk budaya yang dapat disebut mencerminkan kekhasan budaya Karangsambung adalah Janeng, yaitu pengekspresian alunan lagu - bernuansa agama islam - yang diiringi dengan alat tabuh rebana.
Upacara yang berkaitan dengan ritual keagamaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Karangsambung dan sekitarnya, ada yang disebut upacara Ruwahan. Upacara ini biasa dilaksanakan mulai seminggu menjelang bulan Puasa. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan membersihkan makam dan nyekar serta kenduri untuk mendoakan leluhur, sehingga masya¬rakat memasuki bulan puasa dengan suasana tenang.
Upacara lainnya adalah Merdi Desa disebut juga dengan upacara Ruwatan Desa, yang lebih luas lagi diartikan sebagai Ruwatan Bumi. Upacara Merdi Desa yang biasa dilaksanakan pada Jumat Kliwon di setiap bulan Suro (Bulan Muharam) dimaksudkan untuk memohon keselamatan kepada Yang Maha Kuasa dari segala bentuk anasir jahat. Masyarakat melaksanakan upacara ini dengan menyembelih ayam atau kambing kendit, yaitu kambing berbulu putih yang memiliki corak hitam.
Posted by Budhi 0 comments
Labels: Kebumen
Kebumen memasuki usia ke-70

PADA 1 Januari 2006, Kabupaten Kebumen memasuki usia ke-70. Suatu masa jika dihitung dengan usia manusia tentu sudah tua namun dari segi usia suatu kota belumlah tua. Kabupaten yang sarat dengan potensi alam itu terletak di 70-80 LS dan 1.090-1.100 BT. Luas wilayahnya 128.111, 50 ha. Kabupaten dengan moto Bersih, Indah, dan Manfaat (Beriman) serta Gerakan Pemerintahan secara Serentak di bidang Pertanian, Industri, Pertambangan, dan Pariwisata (Gertak Tandus Ditampar) ternyata mempunyai potensi tambang dan pariwisata yang menjanjikan selain pertanian dan industri berbasis hasil pertanian. Ada pertanyaan yang selalu menggelitik, mengapa daerah itu dinamai Kebumen? Mengapa Karangsambung dengan segala keunikan alamnya berada dalam wilayah Kebumen?
Kebumen berasal dari kata ''bumi'', nama sebutan bagi Kiai Pangeran Bumidirdja yang mendapat awalan ''ka'' dan akhiran ''an'' sehingga menjadi Kabumian yang berarti tempat. Hal itu berarti Kebumen mula-mula adalah tempat tinggal Kiai Bumidirdja. Pangeran Bumidirdja adalah paman Sunan Amangkurat I (Raja Mataram 1645-1677) yang meninggalkan Mataram karena perselisihan paham dengan sang Raja yang dikenal tidak bijaksana. Dia mengembara ke barat hingga menuju ke Panjer (merupakan lumbung padi bagi Kerajaan Mataram dan sangat berjasa membantu logistik tentara Sultan Agung ketika menyerang Belanda di Batavia) yang saat itu diperintah oleh Ki Gede Panjer Roma II. Di daerah ini, Pangeran Bumidirdjo diberi pelungguh tanah di utara kelokan Sungai Luk Ulo yang kemudian dijadikan pondok/padepokan yang amat terkenal. Untuk menyamarkan, Pangeran Bumidirdjo memakai nama Kiai Bumi atau Ki Bumi sehingga daerah sekitar padepokannya sering menyebutnya Kibumian atau Kabumian yang kemudian lebih terkenal sebagai Kebumen.
Lambang Kabupaten Kebumen adalah burung lawet/walet. Burung ini secara alamiah berada di gua-gua yang terbentuk di kawasan karst Karangbolong. Sarangnya (walaupun sebenarnya dihasilkan dari ludah burung) berharga mahal dan banyak dikonsumsi untuk kesehatan. Hasil sarang burung walet dahulu pernah menjadi primadona pendapatan daerah. (sekarang hasilnya menurun drastis) sehingga burung walet dinobatkan sebagai simbol kabupaten itu. Potensi bahan galiannya, antara lain andesit, marmer, pasir, lempung, kaolin, batu gamping, fosfat, dan bentonit. Kebumen juga dikenal dengan objek wisatanya, seperti Gua Jatijajar, Gua Petruk, Pantai Ayah, Pantai Karangolong, Pantai Petanahan, Pemandian Air Panas Krakal, Waduk Sempor, dan Wadaslintang. Selain itu, di wilayah tersebut masih dijumpai objek-objek potensial lainnya, seperti 49 gua di kawasan Karangbolong dengan Gua Barat yang mempunyai panjang lorong 3.305 meter, Pantai Karangboto, dan kawasan Karangsambung dengan keunikan bebatuannya. Semua objek wisata dan objek potensial lain di Kabupaten Kebumen ternyata mengandalkan alam sebagai kekuatan daya tariknya. Untuk itu, jika akan memgoptimalkan daya tarik objek wisata Kebumen, unsur-unsur kekuatan alam harus dimaksimalkan sehingga akan meningkatkan segmen pasar.
Proses Alam
Karangsambung dengan kawasan ilmiahnya seluas 300 km2 merupakan kawasan dengan kondisi geologi yang sangat menarik dan unik hasil interaksi pertemuan lempeng Samudra Hindia Australia dengan lempeng benua Eurasia serta proses geomorfologi yang terjadi. Pada kawasan ini ditemukan aneka ragam batuan tua dari berbagai lingkungan pembentukan yang berbeda serta morfologi amfiteater yang merupakan proses alam mulai 121 juta tahun lalu hingga kini. Pada kawasan ini ditemukan bukti-bukti alam yang menguatkan kebenaran Teori Tektonik Lempeng.
Di kawasan ini telah dikembangkan geowisata, suatu jenis wisata minat khusus yang memanfaatkan potensi sumber daya alam geologi, seperti bentuk bentang alam, batuan penyusun, struktur, dan sejarah bumi dengan titik berat kunjungan untuk pengayaan wawasan dalam pemahaman proses pembentukan fenomena fisik alam.
Banyak kalangan telah memanfaatkan Karangsambung sebagai media pembelajaran untuk memahami batuan dan proses-proses alam yang mengikutinya.
Memperhatikan potensi objek wisata Kebumen yang mengandalkan alam, keberadaan Karangsambung sangat penting untuk memberikan landasan pemahaman tentang batuan dan proses-proses alam sehingga akan sangat membantu pemahaman proses alam yang terjadi pada objek wisata lain. Barangkali Tuhan telah menggariskan, bila Anda ingin belajar kebumian maka datanglah ke Kebumen.
Sesuai dengan nama daerahnya, Kebumen adalah tempat yang baik dan tepat untuk belajar kebumian seperti watak Ki Bumi Dirdjo yang bersikap cinta ilmu (mendirikan pedepokan untuk belajar agama), andhap asor, dan berbudi bawa laksana. Selamat berulang tahun ke-70 Kabupaten Kebumen. (55j)
- Penulis adalah peneliti Balai Informasi dan Konservasi Kebumian di Karangsambung Kebumen.
Posted by Budhi 0 comments
Labels: Kebumen
Jalan Karangsambung Rusak Parah

KEBUMEN- Jalan Mertokondo-Karangsambung Kebumen sepanjang 18 kilometer, kini makin rusak parah. Bahkan belum ada tanda-tanda perbaikan, meski kondisinya bergelombang dan kerusakan jalan makin meluas.
Kerusakan jalan itu sudah terasa sejak ruas Mertokondo-Tanuraksan. Banyak jalan berlubang namun tak juga ditambal. Makin ke utara, kerusakan kian parah. Apalagi mulai memasuki musim hujan, jalan tersebut mirip kubangan lumpur sehingga menyulitkan kendaraan kecil maupun sepeda motor yang lewat.
''Kalau hujan, susah banget dilewati. Padahal saya tiap hari melalui jalan itu pulang pergi naik sepeda motor,''keluh Suyamto, pegawai Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK) LIPI Karangsambung.
Kondisi terparah terjadi sejak Desa Widoro-Seling, serta Desa Kaligending hingga Kedungwaru sampai Kecamatan Karangsambung. Bahkan dari Kecamatan Karangsambung sampai Kecamatan Sadang pun kondisinya mulai rusak.
Banyak awak angkutan dan pemakai jalan mengeluh atas kerusakan jalan dan mendesak segera dilakukan perbaikan. Yang memprihatinkan, kerusakan jalan itu tidak diperbaiki secara permanen.
Namun di beberapa tempat hanya diurug dengan pasir dan batu (sirtu). Padahal, setiap hari dilalui ratusan truk pengangkut pasir dari Sungai Luk Ulo. Akibatnya, saat musim hujan jalan mirip kubangan sawah yang dibajak.
Sekcam Karangsambung Triyono SH kemarin mengharapkan, mendekati Lebaran semestinya jalan tersebut diperbaki. Minimal bisa ditambal agar lalu lintas lancar dan para pemudik lebih nyaman.
Triyono menyatakan, untuk sekitar Pasar Karangsambung memang sudah diaspal dengan tambal sulam. Namun makin ke selatan, kondisi jalan yang rusak sangat menyulitkan pengguna jalan. Apalagi dimusim hujan.''Sayangnya urugan pasir itu tercampur tanah sehingga saat hujan bikin susah lewat,''ucap Sekcam.
Anggota Komisi D DPRD Ir Budi HS dan Priyo Raharjo menyatakan, kerusakan jalan Karangsambung sudah memprihatinkan. Penyebabnya karena aktivitas penambangan pasir Luk Ulo makin tak terkendali, kemudian tonase truk-truk pengangkut pasir berlebih.
Priyo Raharjo menyatakan, banyak truk dari luar kota seperti Cilacap, Banyumas dan sekitarnya mengambil pasir dari Sungai Luk Ulo selama 24 jam. Bila truk lokal mengangkut pasir maksimal empat kubik, truk luar kota itu sampai 8 kubik atau rata dengan bibir bak.
Posted by Budhi 1 comments
Labels: Kebumen
TERIMA KASIH ANDA TELAH MENINGGALKAN PESAN
Budi Santosa's Profile
Masukkan Code ini K1-5E7DYC-F
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com