Jalan Karangsambung Rusak Parah


KEBUMEN- Jalan Mertokondo-Karangsambung Kebumen sepanjang 18 kilometer, kini makin rusak parah. Bahkan belum ada tanda-tanda perbaikan, meski kondisinya bergelombang dan kerusakan jalan makin meluas.
Kerusakan jalan itu sudah terasa sejak ruas Mertokondo-Tanuraksan. Banyak jalan berlubang namun tak juga ditambal. Makin ke utara, kerusakan kian parah. Apalagi mulai memasuki musim hujan, jalan tersebut mirip kubangan lumpur sehingga menyulitkan kendaraan kecil maupun sepeda motor yang lewat.
''Kalau hujan, susah banget dilewati. Padahal saya tiap hari melalui jalan itu pulang pergi naik sepeda motor,''keluh Suyamto, pegawai Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK) LIPI Karangsambung.
Kondisi terparah terjadi sejak Desa Widoro-Seling, serta Desa Kaligending hingga Kedungwaru sampai Kecamatan Karangsambung. Bahkan dari Kecamatan Karangsambung sampai Kecamatan Sadang pun kondisinya mulai rusak.
Banyak awak angkutan dan pemakai jalan mengeluh atas kerusakan jalan dan mendesak segera dilakukan perbaikan. Yang memprihatinkan, kerusakan jalan itu tidak diperbaiki secara permanen.
Namun di beberapa tempat hanya diurug dengan pasir dan batu (sirtu). Padahal, setiap hari dilalui ratusan truk pengangkut pasir dari Sungai Luk Ulo. Akibatnya, saat musim hujan jalan mirip kubangan sawah yang dibajak.
Sekcam Karangsambung Triyono SH kemarin mengharapkan, mendekati Lebaran semestinya jalan tersebut diperbaki. Minimal bisa ditambal agar lalu lintas lancar dan para pemudik lebih nyaman.
Triyono menyatakan, untuk sekitar Pasar Karangsambung memang sudah diaspal dengan tambal sulam. Namun makin ke selatan, kondisi jalan yang rusak sangat menyulitkan pengguna jalan. Apalagi dimusim hujan.''Sayangnya urugan pasir itu tercampur tanah sehingga saat hujan bikin susah lewat,''ucap Sekcam.
Anggota Komisi D DPRD Ir Budi HS dan Priyo Raharjo menyatakan, kerusakan jalan Karangsambung sudah memprihatinkan. Penyebabnya karena aktivitas penambangan pasir Luk Ulo makin tak terkendali, kemudian tonase truk-truk pengangkut pasir berlebih.
Priyo Raharjo menyatakan, banyak truk dari luar kota seperti Cilacap, Banyumas dan sekitarnya mengambil pasir dari Sungai Luk Ulo selama 24 jam. Bila truk lokal mengangkut pasir maksimal empat kubik, truk luar kota itu sampai 8 kubik atau rata dengan bibir bak.

1 comments:

Luciano mengatakan...

blog lumayan kang bangun terus ya

Poskan Komentar

Template by : kendhin x-template.blogspot.com