Kebumen memasuki usia ke-70



PADA 1 Januari 2006, Kabupaten Kebumen memasuki usia ke-70. Suatu masa jika dihitung dengan usia manusia tentu sudah tua namun dari segi usia suatu kota belumlah tua. Kabupaten yang sarat dengan potensi alam itu terletak di 70-80 LS dan 1.090-1.100 BT. Luas wilayahnya 128.111, 50 ha. Kabupaten dengan moto Bersih, Indah, dan Manfaat (Beriman) serta Gerakan Pemerintahan secara Serentak di bidang Pertanian, Industri, Pertambangan, dan Pariwisata (Gertak Tandus Ditampar) ternyata mempunyai potensi tambang dan pariwisata yang menjanjikan selain pertanian dan industri berbasis hasil pertanian. Ada pertanyaan yang selalu menggelitik, mengapa daerah itu dinamai Kebumen? Mengapa Karangsambung dengan segala keunikan alamnya berada dalam wilayah Kebumen?

Kebumen berasal dari kata ''bumi'', nama sebutan bagi Kiai Pangeran Bumidirdja yang mendapat awalan ''ka'' dan akhiran ''an'' sehingga menjadi Kabumian yang berarti tempat. Hal itu berarti Kebumen mula-mula adalah tempat tinggal Kiai Bumidirdja. Pangeran Bumidirdja adalah paman Sunan Amangkurat I (Raja Mataram 1645-1677) yang meninggalkan Mataram karena perselisihan paham dengan sang Raja yang dikenal tidak bijaksana. Dia mengembara ke barat hingga menuju ke Panjer (merupakan lumbung padi bagi Kerajaan Mataram dan sangat berjasa membantu logistik tentara Sultan Agung ketika menyerang Belanda di Batavia) yang saat itu diperintah oleh Ki Gede Panjer Roma II. Di daerah ini, Pangeran Bumidirdjo diberi pelungguh tanah di utara kelokan Sungai Luk Ulo yang kemudian dijadikan pondok/padepokan yang amat terkenal. Untuk menyamarkan, Pangeran Bumidirdjo memakai nama Kiai Bumi atau Ki Bumi sehingga daerah sekitar padepokannya sering menyebutnya Kibumian atau Kabumian yang kemudian lebih terkenal sebagai Kebumen.

Lambang Kabupaten Kebumen adalah burung lawet/walet. Burung ini secara alamiah berada di gua-gua yang terbentuk di kawasan karst Karangbolong. Sarangnya (walaupun sebenarnya dihasilkan dari ludah burung) berharga mahal dan banyak dikonsumsi untuk kesehatan. Hasil sarang burung walet dahulu pernah menjadi primadona pendapatan daerah. (sekarang hasilnya menurun drastis) sehingga burung walet dinobatkan sebagai simbol kabupaten itu. Potensi bahan galiannya, antara lain andesit, marmer, pasir, lempung, kaolin, batu gamping, fosfat, dan bentonit. Kebumen juga dikenal dengan objek wisatanya, seperti Gua Jatijajar, Gua Petruk, Pantai Ayah, Pantai Karangolong, Pantai Petanahan, Pemandian Air Panas Krakal, Waduk Sempor, dan Wadaslintang. Selain itu, di wilayah tersebut masih dijumpai objek-objek potensial lainnya, seperti 49 gua di kawasan Karangbolong dengan Gua Barat yang mempunyai panjang lorong 3.305 meter, Pantai Karangboto, dan kawasan Karangsambung dengan keunikan bebatuannya. Semua objek wisata dan objek potensial lain di Kabupaten Kebumen ternyata mengandalkan alam sebagai kekuatan daya tariknya. Untuk itu, jika akan memgoptimalkan daya tarik objek wisata Kebumen, unsur-unsur kekuatan alam harus dimaksimalkan sehingga akan meningkatkan segmen pasar.

Proses Alam

Karangsambung dengan kawasan ilmiahnya seluas 300 km2 merupakan kawasan dengan kondisi geologi yang sangat menarik dan unik hasil interaksi pertemuan lempeng Samudra Hindia Australia dengan lempeng benua Eurasia serta proses geomorfologi yang terjadi. Pada kawasan ini ditemukan aneka ragam batuan tua dari berbagai lingkungan pembentukan yang berbeda serta morfologi amfiteater yang merupakan proses alam mulai 121 juta tahun lalu hingga kini. Pada kawasan ini ditemukan bukti-bukti alam yang menguatkan kebenaran Teori Tektonik Lempeng.

Di kawasan ini telah dikembangkan geowisata, suatu jenis wisata minat khusus yang memanfaatkan potensi sumber daya alam geologi, seperti bentuk bentang alam, batuan penyusun, struktur, dan sejarah bumi dengan titik berat kunjungan untuk pengayaan wawasan dalam pemahaman proses pembentukan fenomena fisik alam.

Banyak kalangan telah memanfaatkan Karangsambung sebagai media pembelajaran untuk memahami batuan dan proses-proses alam yang mengikutinya.

Memperhatikan potensi objek wisata Kebumen yang mengandalkan alam, keberadaan Karangsambung sangat penting untuk memberikan landasan pemahaman tentang batuan dan proses-proses alam sehingga akan sangat membantu pemahaman proses alam yang terjadi pada objek wisata lain. Barangkali Tuhan telah menggariskan, bila Anda ingin belajar kebumian maka datanglah ke Kebumen.

Sesuai dengan nama daerahnya, Kebumen adalah tempat yang baik dan tepat untuk belajar kebumian seperti watak Ki Bumi Dirdjo yang bersikap cinta ilmu (mendirikan pedepokan untuk belajar agama), andhap asor, dan berbudi bawa laksana. Selamat berulang tahun ke-70 Kabupaten Kebumen. (55j)

- Penulis adalah peneliti Balai Informasi dan Konservasi Kebumian di Karangsambung Kebumen.



0 comments:

Poskan Komentar

Template by : kendhin x-template.blogspot.com