Kekayaan Alam di Karang sambung




Kawasan yang menjadi objek keunikan geologi dapat diamati pada daerah seluas 20 x 20 km2 atau pada batas koordinat 109o35’-109o41’BT dan 7o25’-7o36’LS. Desa Karangsambung yang berada dan menjadi titik pusat di dalam kawasan ini terletak 19 km di sebelah utara kota Kebumen.

Bagian utara kawasan geologi Karangsambung merupakan bagian dari Lajur Pegunungan Serayu Selatan. Pada umumnya daerah ini terdiri atas dataran rendah hingga perbukitan menggelombang dan perbukitan tak teratur yang mencapai ketinggian hingga 520 m. Musim hujan di daerah ini berlangsung dari Oktober hingga Maret, dan musim kemarau dari April hingga September. Masa transisi diantara kedua musim itu adalah pada Maret-April dan September-Oktober. Tumbuhan penutup atau hutan sudah agak berkurang, karena di beberapa tempat telah terjadi pembukaan hutan untuk berladang atau dijadikan hutan produksi (jati dan pinus).
tanam_padi1.jpg

Kegiatan pertanian di Karangsambung yang mengandalakan pengairan tadah hujan.
Penduduk

Sebagian besar penduduk di daerah Karangsambung beragama islam. Pada umumnya penduduk bekerja sebagai petani (mengolah sawah, berkebun, berladang, menyadap getah pinus). Mereka biasa menyelingi pekerjaan bertani dengan menambang kerikil dan pasir di sungai, atau membuat batu bata. Sebagian kecil bekerja sebagai pedagang, pegawai pemerintahan atau merantau ke luar daerah. Hasil pertanian selain padi adalah, tembakau, ubi kayu, petai, kelapa, jagung, pisang dan sedikit sayur-mayur. Sebagian penduduk memelihara ternak seperti ayam, kambing atau sapi. Makanan utama penduduk adalah nasi dan sebagian kecil lainnya mengkonsumsi oyek yang terbuat dari ubi kayu.

Jumlah penduduk khususnya di daerah Karangsambung menurut data statistik dari BPS Kabupaten Kebumen tahun 2002 adalah 39.543 jiwa.
Tingkat Pendidikan

Fasilitas pendidikan formal yang ada di daerah Karangsambung dan sekitarnya terbatas hanya sampai pada jenjang setingkat SLTP. Di daerah ini terdapat 7 sekolah setingkat SLTP yang setiap tahunnya meluluskan sekitar 600 siswa. Dari jumlah itu sebagian kecil saja yang melanjutkan ke jenjang SLTA di kota Kebumen. Bagi siswa yang tinggal di desa-desa di Kecamatan Sadang, mereka sedikitnya menempuh perjalanan sejauh 30 km ke Kebumen. Walaupun pendidikan adalah salah satu masalah di daerah Karangsambung, bagi mereka yang berkesempatan melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, tercatat beberapa oang putra daerah Karangsambung berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana S1.
Budaya

Masyarakat Karangsambung menggunakan bahasa jawa dengan dialek yang khas (Banyumasan), namun pada umumnya mereka mengerti bahasa Indonesia.

Ciri budaya masyarakat Karangsambung menyerupai ciri budaya Jawa Tengah pada umumnya. Pada acara-acara perayaan perkawinan, khitanan atau perayaaan lainnya, masyarakat biasa merayakannya dengan acara pengajian. Pada acara seperti ini ada pula yang memeriahkannya dengan mengadakan pertunjukan wayang kulit atau kudalumping – yang di daerah ini disebut Ebek. Sedangkan bentuk budaya yang dapat disebut mencerminkan kekhasan budaya Karangsambung adalah Janeng, yaitu pengekspresian alunan lagu - bernuansa agama islam - yang diiringi dengan alat tabuh rebana.

Upacara yang berkaitan dengan ritual keagamaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Karangsambung dan sekitarnya, ada yang disebut upacara Ruwahan. Upacara ini biasa dilaksanakan mulai seminggu menjelang bulan Puasa. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan membersihkan makam dan nyekar serta kenduri untuk mendoakan leluhur, sehingga masya¬rakat memasuki bulan puasa dengan suasana tenang.

Upacara lainnya adalah Merdi Desa disebut juga dengan upacara Ruwatan Desa, yang lebih luas lagi diartikan sebagai Ruwatan Bumi. Upacara Merdi Desa yang biasa dilaksanakan pada Jumat Kliwon di setiap bulan Suro (Bulan Muharam) dimaksudkan untuk memohon keselamatan kepada Yang Maha Kuasa dari segala bentuk anasir jahat. Masyarakat melaksanakan upacara ini dengan menyembelih ayam atau kambing kendit, yaitu kambing berbulu putih yang memiliki corak hitam.



0 comments:

Poskan Komentar

Template by : kendhin x-template.blogspot.com